Keutamaan Agama Islam dan Adab Menjadi Hamba Allah

Agama Islam diunggulkan atas seluruh agama, baik agama- agama yang lebih dahulu terdapat, ataupun agama- agama baru yang diciptakan manusia, meski terhadap realitas itu orang- orang musyrik tidak menyukainya.

Alquran mengantarkan kalau agama Islam merupakan agama yang benar serta unggul dari agama- agama yang lain.

Buat menjamin kesempurnaan agama Islam diutuslah Nabi Muhammadﷺ dengan bawa petunjuk ialah Alquran. Perihal ini dipaparkan dalam surat At Taubah ayat 33 serta tafsirnya.

هُوَالَّذِيْٓاَرْسَلَرَسُوْلَهٗبِالْهُدٰىوَدِيْنِالْحَقِّلِيُظْهِرَهٗعَلَىالدِّيْنِكُلِّهٖۙوَلَوْكَرِهَالْمُشْرِكُوْنَ

“ Dialah yang sudah mengutus Rasul- Nya dengan petunjuk( Alquran) serta agama yang benar buat diunggulkan atas seluruh agama, meski orang- orang musyrik tidak menggemari.”( QS At Taubah ayat 33)

Bagi Tafsir Departemen Agama, ayat ini menerangkan, Allahﷻ meninggikan agama Islam, Ia pula yang sudah mengutus Rasul- Nya dengan bawa petunjuk ialah Alquran, yang berisi berita- berita yang benar dan bukti- bukti nyata tentang keesaan Allahﷻ.

Agama yang benar, ialah perilaku keberagamaan yang lurus yang bawa khasiat, baik di dunia ataupun di akhirat.

Ayat ini pula menerangkan kalau selaku jaminan atas kesempurnaan agama, hingga diutuslah seseorang Rasul ialah Nabi Muhammadﷺ serta dibekali suatu kitab suci ialah Alquran yang berisi petunjuk yang menarangkan seluruh sesuatunya serta mencakup isi kitab- kitab tadinya.

Agama Islam sudah diridhai Allahﷻ buat jadi agama yang dianut oleh segenap umat manusia. Allahﷻ berfirman:

وَرَضِيتُلَكُمُالْإِسْلَامَدِينًا

” Serta sudah Saya ridhai Islam selaku agamamu.”( QS Angkatan laut(AL) Maidah ayat 3)

Agama Islam cocok dengan seluruh kondisi serta tempat, dan berlaku selama masa semenjak disyariatkan hingga akhir era. Oleh sebab itu, tidak heran jika agama Islam menemukan sambutan dari segenap umat manusia serta jumlahnya meningkat dengan pesat.

Sehingga dalam waktu yang pendek, umat Islam telah tersebar ke seluruh penjuru dunia, menempati tempat yang mulia serta besar. Walaupun orang musyrik tidak bahagia atas realitas itu, apalagi senantiasa menghalang- halangi serta mau menghancurkannya.

Namun kodrat iradat Allah pula yang hendak berlaku, tidak terdapat sesuatu kekuatan apapun yang bisa membatasi serta menghalanginya. Allahﷻ berfirman:

سُنَّةَاللَّهِالَّتِيقَدْخَلَتْمِنْقَبْلُۖوَلَنْتَجِدَلِسُنَّةِاللَّهِتَبْدِيلًا”( Demikianlah) hukum Allah, yang sudah berlaku semenjak dulu, kalian sekali- kali tidak hendak menciptakan pergantian pada hukum Allah itu.”( QS Angkatan laut(AL) Fath 23)

Dalam surah al- Fatihah, ada adab buat jadi hamba Allah, ialah mengagungkan- Nya serta tergantung kepada- Nya. Adab mengagungkan Allah nampak pada ayat 1- 5, ada pula adab tergantung kepada- Nya nampak pada ayat 6- 7.

Mengagungkan Allah wajib dibuktikan dengan perilaku senantiasa menyertakan Allah dalam seluruh perbuatan, ialah dengan membaca“ bismillahirahmaanirrahim”. Kemudian perbanyak pujian kepada- Nya dengan mengucapkan“ alhamdulillahi rabbil‘ aalamiin”.

Perilaku kehambaan yang demikian hendak melahirkan pemahaman kalau seluruh yang tiba dari Allah tentu ialah pancaran rahmat- Nya“ arrahmaanirrahiim”.

Hingga, dia hendak percaya kalau seluruh yang tiba dari- Nya tentu baik, karena seluruh milik- Nya, bukan cuma dunia namun pula akhirat,“ maaliki yaumiddin”. Dari sinilah hendak timbul perilaku kehambaan sejati“ iyyaaka na’ budu wa iyyaaka nasta’ iin”.

Seseorang hamba yang kesibukannya mengagungkan Allah, dia tidak hendak pernah mengagungkan dirinya. Hingga, dia hendak mengakui kalau cuma Allah yang berhak dipuji. Sedangkan dirinya cumalah makhluk yang tidak berdaya“ laa haula wa laa quwwata illaa billahi”.

Menurutnya seluruh kebaikan yang dia jalani tidak lain cumalah karunia- Nya. Hingga, dia hendak senantiasa ikhlas serta bersyukur atas seluruh nikmat yang didapatkannya. Pada dikala yang sama dia hendak senantiasa hati- hati dari perbuatan riya.

Menurutnya seluruh kebaikan yang dia jalani tidak lain cumalah karunia- Nya. Hingga, dia hendak senantiasa ikhlas serta bersyukur atas seluruh nikmat yang didapatkannya

Karena kata Nabi Muhammad SAW, riya merupakan syirik kecil. Dikatakan syirik kecil sebab dengan hasrat riya, seseorang hamba masuk ke tingkat mau menandingi- Nya, cuma saja tidak hingga pada tingkat menuhankan dirinya.

Contoh yang sangat baik dalam mengagungkan Allah merupakan Rasulullah SAW. Imam an- Nawawi sukses mengumpulkan zikri- zikir Nabi dalam satu novel yang lumayan tebal, namanya al- Azkaar. Para ulama sangat mengagumi novel tersebut, serta berlomba menghafalkannya. Dari kumpulan zikir ini, para ulama merumuskan kalau Nabi tidak sempat melewati satu detik juga kecuali berzikir kepada- Nya.

Suatu hadis Qudsi berkata“ man syaghalahu zikri,‘ an maslatii a’ thaituhu afdhal ma u’ thiyas saailiin”( siapa yang padat jadwal berzikir kepada- Ku hingga tidak pernah memohon, hingga Saya hendak penuhi kebutuhannya melebihi apa yang sudah diberikan kepada orang yang memohon)”.( HR Turmidzi).

Adab selanjutnya merupakan meminta cuma kepada- Nya. Doa yang sangat baik merupakan memohon anugerah“ ihdinashshiraathal mustaqiim”. Karena, cuma dengan anugerah seseorang hamba hendak istiqamah menaati- Nya.

Metode menggapai istiqamah merupakan dengan mencontoh para pendahulu yang saleh, semacam para nabi, wali- wali- Nya, serta para ulama:“ shirathalladziina an’ amta‘ alaihim”, sekalian menolak turut orang yang Allah murkai, serta orang yang sesat:“ ghairil maghdhuubi‘ alaihim wa ladh dhaalliin”.

Intinya kalau Allah sangat bahagia kepada hamba- Nya yang senantiasa meminta kepada- Nya, dalam hadis dikatakan“ man lam yasalillaha yaghdhab‘ alaihi”( Siapa yang malas memohon kepada- Nya, Allah murka kepadanya).”( HR Ahmad).

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *